Wawonii Timur, 11 September 2026 — Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Wawonii Timur kembali memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) PMR tahun 2026. Kegiatan Diklatsar menjadi bagian penting dalam proses pembinaan anggota PMR untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai kepalangmerahan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Membangun Jiwa Relawan Berlandaskan Nilai Kemanusiaan
Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, Kepala SMA Negeri 1 Wawonii Timur menekankan bahwa menjadi anggota PMR bukan sekadar mengenakan seragam atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan jiwa pengabdian. Anggota PMR diharapkan mampu memahami dan melaksanakan Tri Bakti PMR sebagai landasan dalam menjalankan kegiatan kerelawanan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Selain itu, para peserta juga diarahkan untuk memahami serta mengaplikasikan 7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata ketika anggota PMR melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.
Perkuat Keterampilan Pertolongan Pertama
Dalam keterangannya, Yarni Indryanti selaku Guru Pembina PMR menyampaikan bawah salah satu fokus utama Diklatsar adalah meningkatkan keterampilan anggota dalam bidang pertolongan pertama. Keterampilan ini menjadi kemampuan penting bagi seorang anggota PMR agar mampu memberikan pertolongan awal secara tepat, tenang, dan bertanggung jawab ketika menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan. Selain pertolongan pertama, peserta juga mendapatkan pembinaan berbagai keterampilan yang berkaitan dengan kepalangmerahan, kesiapsiagaan, kerja sama, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Melalui proses latihan yang terarah, anggota PMR diharapkan memiliki keberanian untuk bertindak dalam situasi darurat sekaligus memahami batas kemampuan dan pentingnya mengikuti prosedur pertolongan yang benar.
PMR sebagai Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membangun karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang peduli, disiplin, bertanggung jawab, tanggap, mampu bekerja sama, dan memiliki rasa kemanusiaan yang kuat.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan generasi muda saat ini, keberadaan PMR di sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kepedulian dan kesukarelaan. Anggota PMR dibentuk untuk tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Dari Latihan Menuju Pengabdian
Diklatsar dilaksanakan pada tanggal 10 s.d. 13 September 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah. mengharapkan Diklat tidak berhenti pada penguasaan materi dan keterampilan selama pelatihan, tetapi setiap pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan PMR selanjutnya, baik dalam mendukung kesehatan dan keselamatan warga sekolah, kegiatan sosial, kesiapsiagaan menghadapi bencana, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya yang mencerminkan aplikasi Tri Bakti PMR secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.