Wawonii Timur, 13 September 2026 — Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Wawonii Timur Angkatan VI Tahun 2026 resmi berakhir setelah dilaksanakan selama empat hari, 10–13 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 36 peserta tersebut ditutup secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 Wawonii Timur. Penutupan menjadi momentum penting setelah para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran, pelatihan, praktik, dan simulasi yang dirancang untuk membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan dasar kepalangmerahan.

Tujuh Materi Membentuk Relawan Muda yang Siap Bertindak

Selama pelaksanaan Diklatsar, peserta mendapatkan sejumlah materi kepalangmerahan yang mengacu pada Kurikulum PMR Wira, di antaranya Kepalangmerahan, Manajemen Bencana, Pertolongan Pertama, Remaja Sehat Peduli Sesama, Kepemimpinan, Pembidaian, serta Praktik Evakuasi.

Materi tersebut tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui praktik dan simulasi. Dengan demikian, peserta tidak sekadar mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga dilatih untuk bersikap tenang, bekerja sama, mengambil keputusan, dan bertindak sesuai peran ketika menghadapi situasi darurat.

Salah satu pengalaman penting yang diperoleh peserta adalah bagaimana bekerja dan mengelola tim dalam kelompok-kelompok kecil, khususnya ketika menghadapi simulasi kebencanaan. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga mengingat berbagai bentuk bencana dan keadaan darurat sewaktu-waktu dapat terjadi di lingkungan masyarakat.

Diharapkan Menjadi Tutor Sebaya di Sekolah

Kepala SMA Negeri 1 Wawonii Timur dalam kegiatan penutupan menyampaikan harapan agar seluruh pengalaman yang diperoleh selama empat hari dapat memberikan manfaat positif terhadap perubahan sikap dan perilaku remaja, khususnya anggota PMR.

Anggota PMR diharapkan tidak berhenti pada kemampuan pribadi, tetapi mampu menjadi tutor sebaya bagi rekan-rekannya di lingkungan sekolah. Pengetahuan mengenai kesehatan, pertolongan pertama, kepedulian sosial, kesiapsiagaan, dan nilai-nilai kemanusiaan diharapkan dapat ditularkan kepada peserta didik lainnya.

Dengan demikian, PMR tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi berkembang menjadi wadah pembentukan karakter dan budaya kepedulian di lingkungan sekolah.

Belajar Menolong, Belajar Memimpin, Belajar Peduli

Diklatsar PMR Angkatan VI juga memberikan ruang kepada peserta untuk mengembangkan berbagai karakter positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi.

Pengalaman bekerja dalam tim selama simulasi menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Peserta belajar bahwa dalam menghadapi situasi bencana, keberhasilan penanganan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh koordinasi, komunikasi, pembagian tugas, dan kekompakan tim.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus dibawa peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Apresiasi untuk Semua Pihak

Atas terlaksananya kegiatan dengan lancar hingga selesai sesuai jadwal, pihak sekolah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yang telah memfasilitasi dan memberikan pembelajaran selama kegiatan, guru dan pembina PMR, panitia pelaksana, serta para orang tua/wali murid yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian Diklatsar dapat terlaksana dengan baik.

Kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda yang memiliki kepedulian dan jiwa kemanusiaan.

Angkatan VI: Selesai Berlatih, Saatnya Mengabdi

Berakhirnya Diklatsar PMR Angkatan VI Tahun 2026 bukanlah akhir dari proses belajar. Justru, penutupan menjadi awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. 36 anggota PMR Angkatan VI kini diharapkan mampu menjadi generasi muda yang lebih sigap dalam menolong, peduli terhadap sesama, disiplin dalam bertindak, mampu bekerja dalam tim, berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan, serta mampu menggerakkan kebaikan di lingkungan sekitar.”